Jumat, 08 Maret 2013

Kontra_ Guguran Kenangan


saat kau diujung jalan malam itu
kau pikirkan dirimu, kau sadari hidupmu
dan kau pun tau, tinggal sepenggal sepi
lepas dari jemari hari-hari yg letih dan pasi

sebuah cermin sepasang mata rusuh
menyelundup ke dalam hatimu
dirimu terlalu terpaku
ada sesuatu yg mengalir lambat dan tenang di dirimu

seperti perjalanan sungai musim kemarau
menuju tempat yang sangat asing
yang tak kan kau kenal, barang kali laut?
ah mana mungkin, karna laut terlalu luas dan gagah
bagai air mata yang jatuh
menggenang di atas sehelai kertas tanpa tulisan apapun
dan tak tampak sedikit pun
meninggalkan cuma jejak-jejak samar tak kasat mata

**REFF
dan kau... kini kau mengerti... artinya hidup ini...
dalam gelap, dalam terang... kenangan ber-guguran...
dan tak kan kembali, kenangan yang lalu, semuanya berlalu
kini kau terpaku, segera kau sadari, hidupmu tinggal lah separuh sepi...


(zain verse)
seorang pertapa menemukannya
dibawah tong sampah diujung jalan
lalu diubahnya menjadi sebuah kapal udara
dan diterbangkannya begitu tinggi keangkasa

kapal itu melesat begitu cepat
layaknya pesawat tempur yg begitu hebat
namun jatuh kesungai sempit dan penat
sepenatnya kamarmue yang begitu gelap

kau kenang kembali anak perempuan
yang berlari lincah dan kerap berhenti di tepi sungai
melemparkan batu2 sebesar kepalan tangan
kepermukaan air sungai yang mengalir lamban

percikan air menyentuh betisnya yang telanjang
kau cubit pipinya, dengan gemas dan riang
diam-diam hatimu.... didera rasa takut
kehilangan gelak tawanya yang lepas

**REFF
dan kau... kini kau mengerti... artinya hidup ini...
dalam gelap, dalam terang... kenangan ber-guguran...
dan tak kan kembali, kenangan yang lalu, semuanya berlalu
kini kau terpaku, segera kau sadari, hidupmu tinggal lah separuh sepi...

(holza verse)
entah kenapa, tiba-tiba saja kau membenci kodok diatas batu
barang kali mukanya yang buruk mengingatkan mue
pada sicebol jahat
yang hobinya suka menculik anak-anak

tak kau jawab pertannyaannya
tentang mengapa katak berjalan melompat-lompat
kau hanya bisa terdiam tanpa kata-kata
kau berlalu begitu saja tanpa kau berikan jawaban yg dipinta

kini pagi menjemput lebih cepat
diam-diam hatimu smakin cemas kehilangan gelak tawanya yang lepas
kau kenang kembali memori anak perempuan
yang berlari lincah sepanjang sungai

sinar matahari berebut menerobos
jendela kamar terjebak lantai marmar
segera kau sadar hidupmu tinggal separuh sepi
tanpa suara kenangan berguguran kedalam hati

**REFF
dan kau... kini kau mengerti... artinya hidup ini...
dalam gelap, dalam terang... kenangan ber-guguran...
dan tak kan kembali, kenangan yang lalu, semuanya berlalu
kini kau terpaku, segera kau sadari, hidupmu tinggal lah separuh sepi...



Tidak ada komentar: